Sejarah Pura

Berdasarkan Purana Pura Luhur Besi Kalung sebagai Pura Kahyangan Jagat diuraikan Setelah wafatrnya Raja Sri Kesari Warmadewa sekitar tanun 837 yang digantikan oleh raja yang bergelar Sri Ugrasena, untuk menjalankan pemerintahan di kerajaan pemerintahannya beliau sangat bijaksana sama seperti pendahulunya dan bellau dalam memerintah selalu dibantu oleh Rsi Pitamaha di Buwunan yang bernama Bhiksu Dharmeswara Juga Ida Pitamaha di Songan yang bernama ida Bhiksu Dharmmaacarhya.

Pembangunan Hyang Caranti dan Pertapaan Bukit Petung

Disebutkan Sri Haji (Raja) membangun Hyang Caranti dan Hyang Bangkyang Sidi, juga mengukuhkan pertapaan di Buwunan di Bukit Petung. Tempat tersebut sebagai hulu dari masyarakat yang ada di Petung, semua sangat bakti pada pertapaan Hyang Bukit Petung sebab di sana ada tempat pemujaan Bhatara Siwa berupa Batu berdirl yang disebut (Linggayoni) yang merupakan simbul tlari Ida Bhatara Siwa dan Bhatari Dewi Parwati yang ditahtakan diatas bebaturan Disinilah penduduk desa menghaturkan Bakti kehadapan Ida Bhatara agar masyarakat menjadi makmur tidak kekurangan makan dan minum (sandang -Pangan).karena Ida Bhatara yang bestana disini yang menganugrahkan padi/beras (sri) dan uang (sedana) sebagai sumber penghidupan manusia.

Penataan Pura dan Penetapan Hari Pagerwesi

Pada masa pemerintahan Raja sri Ugrasena, beliau melakukan penataan serta bangunan suci yang ada di bukit Ptung, dengan tujuan agar sejahtra seluruh wilayah kerajaannya ,pada persiapan upacara tersebut para Rsi dan sesepuh desa menetapkan hari upacara piodalan di Pura ini yaitu pada Hari Rabu Kliwon Sinta yang disebut Pagerwesi, karena pada saat itu Ida Bhatara Paramesti Guru beryoga yang diiringi oleh seluruh Dewata Nawa Sanga, pada saat itu juga sebagai Guru Sejati, Guru Loka (Guru dari Umat sedunia) menurunkan berbagai Ilmu untuk mebentengi kehidupannya Demikianlah makna dari Pagerwesi yang bersal dari kata Pager berarti Pagar, kokoh Wesi berarti Besi.

Jadi Pagerwesi berarti Pagar Besi artinya Pagar yang kuat dan kokoh untuk melindungi manusia /membentengi kehidupan manusia dari berbagai jenis rintangan dan melindungi segala yang hidup dan tumbuh di jagat raya ini agar tetap ajeg kokoh dan berkesinambungan.

Asal Usul Nama Pura Besi Kalung

Nama “Besi Kalung” berasal dari kata “Wesi” yang berarti besi dan “Kalung” yang memiliki makna pengikat atau pelindung kehidupan. Para sesepuh berpendapat bahwa nama tersebut diambil dari bentuk Lingga yang terdapat di Puncak Pelinggih Ageng.

Lingga tersebut terbuat dari batu besi yang apabila dipukul mengeluarkan suara nyaring seperti besi. Pada bagian ujung Lingga terdapat cerat atau Brahma Suara yang bentuknya menyerupai kalung. Dari kondisi inilah pura ini kemudian dinamai Pura Besi Kalung.

Kesucian Stana Ida Sang Hyang Siwa Sakti

Pura Luhur Besi Kalung dipercaya sebagai stana Ida Sang Hyang Siwa Sakti atau Ida Bhatara Luhur Besi Kalung. Tempat suci ini dikenal memiliki suasana yang sangat hening, suci, dan penuh kesakralan sebagai pusat pemujaan spiritual masyarakat.