Upacara Piodalan
- Pura Luhur Besi Kalung
- Odalan
Upacara odalan di Bali merupakan perayaan hari jadi atau piodalan sebuah pura yang dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk bhakti dan rasa syukur umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam pelaksanaannya, odalan biasanya diisi dengan persembahyangan bersama, prosesi upacara, serta berbagai tradisi adat yang mempererat hubungan spiritual dan kebersamaan masyarakat.
Di Pura Luhur Besi Kalung, odalan dilaksanakan bertepatan dengan Budha Kliwon Pagerwesi, Kliwon Sinta. Hari suci Pagerwesi sendiri dimaknai sebagai simbol perlindungan dan kekuatan spiritual, sehingga piodalan di pura ini menjadi momentum penting bagi umat untuk memohon tuntunan, keselamatan, serta keseimbangan hidup. Tradisi ini juga menjadi bagian dari warisan budaya dan spiritual masyarakat setempat yang terus dijaga hingga kini.
Sebelum odalan di Pura Luhur Besi Kalung ada beberapa rentetan acara yaitu Lima belas hari sebelum piodalan (pujawali) di Pura Luhur Besi Kalung, tepat pada Anggara Kasih Dukut, dilaksanakan upacara Ngungkab Lawang atau matur piuning kepada Ida Sesuhunan sebagai pemberitahuan bahwa pujawali Ida akan berlangsung dalam waktu lima belas hari.
Selanjutnya, pada hari Saraswati dilaksanakan persembahyangan bersama yang diikuti oleh masyarakat dari lima banjar di Pura Luhur Besi Kalung. Setelah rangkaian tersebut, mulailah berbagai persiapan dan kegiatan menjelang pujawali Ida yang puncaknya jatuh pada Budha Kliwon Pagerwesi, Keliwon Sinta.
